Minggu, 13 Juli 2014

Fokus pada kelebihan Diri

Dikisahkan ada dua keluarga yang masing - masing memiliki 1 orang anak yang duduk di bangku sd . Kedua anak tersebut secara kebetulan mempunyai nilai yang sama - sama bagus di semua mata pelajaran kecuali bahasa Matematika .  Seolah- olah anak kembar karena memiliki banyak kesamaan .
Anak yang pertama di leskan matematika sebagai upaya untuk menutupi kelemahan anaknya. Sedangkan anak yang kedua justru malah di leskan bidang mata pelajaran yang unggul. 
Setelah itu apa yang terjadi anak yang pertama ternyata mengalami kenaikan untuk mata pelajaran matematika dan  mengalami penurunan untuk mata pelajaran yang lainnya , sedangkan untuk anak yang kedua justru mengalami kenaikan pesat dan matematika nya pun mengalami kenaikan yang cukup lumayan .

Mengapa demikian terjadi ???

ini lebih disebabkan karena masalah suka atau tidak suka  dalam mengerjakan sesuatu .
jika suatu hal dikerjakan dengan rasa suka penuh semangat maka hasilnya akan bagus , dan kebalikannya jika merasa terpaksa melakukan yg tidak disukai maka hasilnya akan kurang bagus .

So tidak ada alasan buat kita , mulai sekaragn untuk mencoba berfokus pada kelebihna diri kita supaya kita bisa mendapatkan energi semangat sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal. 

Demikian semoga bermanfaat....

Minggu, 06 Juli 2014

Kenapa Orang-orang Suka Memamerkan Kesibukannya?




Sering terlihat di media sosial teman-teman kita yang kerap “memamerkan” dan “bangga” dengan kesibukannya.
Contohnya antara lain:
“Hari ini mesti ke 5 tempat hap hap”
Ada juga yang membuat status: “Tugas yang ini belum selesai dateng lagi 3 tugas -_-”
Atau pasti pernah ada teman kita yang membanggakan kalau tadi malam dia hanya tidur dua jam. Mereka bukan mengeluh tetapi malah bangga dengan fakta tersebut. Kenapa orang-orang malah berperilaku irasional seperti itu? Menurut Greg McKeown dalam artikelnya “Why We Humblebrag About Being Busy”, orang-orang menunjukkan kesibukan mereka karena menurut mereka hal tersebut adalah cerminan dari orang sukses dan penting. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan menjalani kesibukan.
Tidak ada yang salah juga dengan keinginan menjadi orang sukses dan penting. Simpul besarnya adalah apakah kesibukan yang kita jalani ini akan membawa kita ke arah tujuan utama kita?
Jangan-jangan selama ini kita hanya berputar-putar terjebak dalam labirin kesibukan yang tidak membawa kita ke mana-mana? Pokoknya asal sibuk saja, biar bisa dipamerkan, dan menunjukkan citra kalau kita orang sukses dan penting yang sibuk sekali. Masih dari Greg, dia menganjurkan agar kita tidak terjebak dalam kesibukan. Kita disarankan menjadi orang-orang yang disebutnya sebagai essentialists.
Orang-orang tipe ini merancang kehidupan mereka untuk fokus pada hal-hal yang penting saja dan mengeliminasi hal-hal lainnya yang tidak penting. Lalu bagaimana caranya menjadi seorang essentialist?
Berikut empat langkahnya:
1. Berhenti sejenak dan retrospeksi apa yang penting dalam hidup kita. Sinonim lainnya adalah istilah tuma’ninah dan muhasabah.
2. Rest well to excel. Istirahat yang cukup untuk melaju kencang. Badan capek membuat aktivitas yang kita lakukan menjadi tidak efektif.
3. Buat tanggal kadaluwarsa untuk setiap kegiatan. Setelah sukses melakukan sesuatu, rayakan sebentar, jadikan memori, lalu move on ke kegiatan selanjutnya.
4. Berani katakan “tidak” pada tawaran kesempatan yang datang ke kita, walau kesempatan tersebut tampak sangat bagus dan sayang untuk dilewatkan.
Menolak kesempatan yang datang mungkin berlawanan dengan intuisi.
Tetapi, hanya karena kita diajak melakukan sesuatu, bukan berarti kita harus melakukannya juga. Selain itu, jika kita tetap melakukannya, kita tidak akan punya waktu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya kita inginkan untuk menginvestasikan waktu kita.
Jangan sampai, ketika puluhan tahun kemudian kita menengok kembali kegiatan kita yang lalu, kita justru terperanjat dengan kebodohan kita sendiri –stres, capek, sibuk, waktu istirahat hilang, tapi tidak membawa kita ke mana-mana karena kita hanya berpikir untuk menyibukkan diri. Jadi kini kita punya dua pilihan.
Menjadi orang yang terjebak dalam ‘gelembung’ kesibukan atau menjadi seorang essentialist dan mendapatkan apa yang paling penting dalam hidup kita yang berharga ini.
Semoga Menginspirasi..



Setuju?


Rabu, 04 Juni 2014

Kamis, 22 Mei 2014

3 Cara Ampuh untuk Menemukan Passion


February 25, 2013 at 7:46am



Beragam studi tentang Human Performance telah mengkonfirmasi kebenaran klasik ini : level kreativitas dan produktivitas puncak akan lebih mudah diraih ketika seseorang mencintai apa yang dilakukannya. Kala ia memiliki passion, gairah, dan rasa cinta yang mendalam dengan aktivitas yang dikerjakannya.

Karena itu : menemukan aktivitas atau pekerjaan yang selaras dengan passion mungkin rute yang kudu ditempuh untuk meringkus jalan hidup nan menggetarkan.

Pertanyaannya : apa itu passion? Dan yang tak kurang penting : cara ampuh apa yang layak dirajut untuk menemukan passion?

Berikut ini kita mau menjelajah 3 Jalan yang mungkin akan amat membantu kita untuk paham apa itu passsion; dan juga paham bagaimana cara menemukannya.



Jalan # 1 : Most Probably, Your Hobby is Your Passion. Sejatinya ada sebuah cara yang amat sederhana untuk mengetahui passion Anda. Cukup tanyakan pada dirimu : apa hobi yang selama ini saya senangi?

Begitulah; kita kemudian mendapatkan serangkaian jawaban yang luas : ada yang hobi bersepeda ke gunung, ada yang suka membaca, ada yang senang browsing internet (hingga berjam-jam), ada yang suka mengkoleksi barang-barang kuno dan jadul; ada yang hobi traveling; dan ada pula yang jatuh cinta dengan burung perkutut (melebihi cinta dia pada istrinya).

Hobi atau kesenangan itu pada dasarnya memberikan sinyal atau indikasi apa sebenarnya passion Anda. Namun sayangnya selama ini hobi diperlakukan hanya sebatas just for fun. Dan memang, agar hobi Anda itu bisa disebut the real passion, maka kita mesti melewati jalan kedua.



Jalan # 2 : Passion = Transforming Your Hobby into Meaningful Creation. Yak benar, agar bisa disebut the real passion, maka hobi itu harus ditransformasikan menjadi sesuatu yang produktif, yang menghasilkan. Sebab tanpa karya yang produktif, maka hobby will be just hobby.

Maka begitulah : jika ada orang yang senang burung perkutut, maka mestinya ia bisa membangun usaha peternakan burung perkutut yang kondang. Jika ada yang suka traveling, maka mestinya ia bisa berinovasi merancang paket wisata kuliner ke wilayah-wilayah paling eksotis di Nusantara. Dan kalau ada orang yang hobi koleksi barang jadul, maka ia bisa membuka bisnis seperti ini : HobiJadulShop.

Saya sendiri sejak dulu punya hobi browsing internet. Begitulah saya kemudian membangun blog (yang keren ini) serta beberapa online shop : sebagai cara untuk mentransformasikan hobi saya itu menjadi sesuatu yang produktif.

Dan benarlah kata para ahli itu : karena hobi, saya melakoni dua aktivitas itu (blogging dan mengelola online shop) dengan penuh rasa cinta dan gairah. Tiap larut malam, saya selalu tak sabar menunggu esok pagi tiba : tak sabar menjalani dua aktivitas yang sudah menjadi hobi dan passion saya itu.

Ringkasnya mungkin begini : passion adalah hobi yang menghasilkan. Dan mungkin benar kalau ada orang yang bilang : tak ada yang lebih indah selain bisa menjalani profesi yang berkaitan erat dengan hobi kita.



Jalan # 3 : Passion = Freedom. Pengalaman yang saya temui, passion biasanya hanya akan menyeruak ketika kita memperoleh freedom; atau kebebasan berkreasi yang relatif luas. Batasan-batasan aturan atau prosedur yang terlalu ketat biasanya akan membuat passion kita redup.

Saya amat menikmati passion saya dalam bidang professional blogging dan online shop lantaran saya menemukan kebebasan hakiki dalam prosesnya. Tak ada orang yang mengatur-atur saya untuk melakukan ini dan itu. Juga tak ada batasan sejauh mana saya bisa berkreasi.

Freedom adalah kata kunci yang membuat kita bisa menjalani hobi kita menjadi sebuah karya yang produktif. Dan kemudian menjelma menjadi passion yang mengasyikkan.

Demikianlah tiga jalan yang bisa kita racik untuk menemukan passion yang selama ini mungkin lenyap entah kemana.

Rumusnya sederhana : Passion = Hobby + Productive Results + Freedom. Mudah-mudahan dengan rumus simple ini, Anda semua bisa menemukan dan MEWUJUDKAN passion Anda.



Discover Your Passion. Commercialize Your Hobby. And Have a Happy Life.



Source : Blog mas Yodhia Antariksa, msc





Ini ide yang sangat menarik... kalau anda telah melakukannya... share lah disini agar motivasinya juga terasa...